Tuesday, September 1, 2009

Flowers for Algernon

Flowers for Algernon, demikian judul asli buku karangan Daniel Keyes yang menceritakan mengenai kisah hidup seorang manusia terbelakang dengan IQ 68. Buku ini telah diterjemahkan lebih dari 27 bahasa di lebih dari 30 Negara, Indonesia salah satunya. Flowers for Algernon yang kemudian dialihbahasakan kedalam bahasa Indonesia menjadi novel yang berjudul: Charlie, Si Jenius Dungu.

Novel tahun 59-an ini baru dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia untuk pertama kalinya pada Maret 2009 oleh Ufuk Press.

Charlie Si Jenius Dungu, merupakan tokoh sentral dalam novel ini. Ia jauh dari pintar, namun ia memiliki pribadi yang menyenangkan. Terlahir dengan keterbatasan kemampuan berfikir menjadikan Ia secara halus diseret untuk dijadikan objek eksperimen penelitian, layaknya Algernon si tikus putih yang sukses menjadi pintar oleh "Ilmu Pengetahuan".

Eksperiment dilakukan. Ia kini menjadi pintar dan mampu belajar dari alam sekitar. IQ nya naik 3 kali lipat dari semula. Namun kepintarannya tidak lantas menjadikan orang disekitarnya tetap mencintainya. Justru karena kepintarannya orang disekitar merasa 'terancam', mereka merasa direndahkan. Kebencian mulai ada dari lingkungan sekitar, rasa iri tumbuh, dan cinta kasih mulai pudar. Charlie harus puas dengan itu semua, Ia tak lagi bisa merasakan suka cita dengan orang-orang yang dulu pernah menyayanginya.


Something can be learn here that it is more important to be a good person than a smart person.

Lalu ia hidup tak lagi menjadi tukang sapu. Ia kini menjelma menjadi manusia jenius dengan IQ diatas 180. Ia bisa hidup mandiri dan bisa merasakan jatuh cinta. Namun suatu saat Algernon sang tikus putih yang mendapatkan eksperiment yang sama mengalami kemunduran kecerdasan, lalu berakhir dengan kematian. Akankah hal sama menimpa Charlie?

Silahkan cari jawabannya pada novel Charlie Si Jenius Dungu--Novel fiksi yang menyuguhkan konflik antara kecerdasan intelektual, emosional, serta kebahagiaan yang dituturkan dengan gaya epistolary.

Novel ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca. Karena novel inilah novel fiksi yang menggunakan hipotesa yang meyakinkan, hingga tak heran bila mendapatkan Hugo Award dan Nebula Award. Selamat membaca!

 
© 2008 GandhiAnwar.Com. All rights reserved. Powered by Gandhi Anwar